Student Association of Food Science and Technology

Akibat Terlalu Sering Membuka dan Menutup Kulkas

Akibat Terlalu Sering Membuka dan Menutup Kulkas

Screenshot_2016-01-06-20-25-57-1Salah satu cara mengawetkan makanan adalah dengan menyimpan makanan di dalam kulkas. Selama proses pendinginan di dalam kulkas berlangsung, air dalam bahan pangan akan membeku sehingga mikroorganisme pembusuk tidak dapat memanfaatkan air tersebut untuk tumbuh. Selain menghambat pertumbuhan mikroorganisme, proses pendinginan juga akan menghambat aktivitas enzim bahan pangan. Seringkali saat akan menyimpan atau mengambil makanan dari dalam kulkas, tanpa disadari kita sering membuka kulkas dalam waktu yang lama. Tapi tahukah kamu, apa akibatnya jika terlalu sering membuka dan menutup kulkas?

Sebuah penelitian di Bangladesh menyatakan bahwa frekuensi membuka-tutup kulkas yang tinggi akan meningkatkan konsumsi energi refrigerator. Ketika kulkas dibuka, udara hangat dan lembab dari luar akan bercampur dengan udara dingin di dalam kulkas. Udara hangat kemudian akan turun suhunya hingga mencapai suhu refrigerator. Hal ini menyebabkan kulkas membutuhkan energi ekstra untuk melakukan proses pendinginan. Selama kurun waktu 6 jam, 12 hingga 48 kali membuka dan menutup kulkas akan meningkatkan konsumsi energi sebesar 6.67% hingga 30% dibandingkan dengan kondisi kulkas yang terus ditutup.

Ketika kulkas dibuka-tutup, termostat akan memaksa kompresor seketika berada dalam kondisi on. Hal ini akan meningkatkan siklus on-off kompresor. Siklus on-off kompresor berpengaruh terhadap besarnya loss efisiensi dan kapasitas sistem refrigerator. Loss efisiensi sistem refrigerator dalam skala rumah tangga bisa mencapai 9% sedangkan loss kapasitas sistem refrigerator bisa mencapai 11%.

Di sisi lain, membiarkan pintu kulkas terbuka dalam waktu yang cukup lama juga menyebabkan lebih banyak energi yang dikonsumsi oleh kulkas. Ketika pintu kulkas dibiarkan terbuka selama 10 hingga 40 detik, konsumsi energi dapat meningkat sebesar 3.3% hingga 20% dibandingkan ketika kulkas dalam kondisi tertutup. Hal ini disebabkan beban panas yang ditampung oleh ruang pendingin meningkat seiring dengan meningkatnya transfer panas dan kelembaban.

 

Sekarang sudah jelas, kan, akibat terlalu sering membuka-tutup kulkas dan membiarkan kulkas terlalu lama dibuka. Dengan mengurangi membuka-tutup kulkas untuk alasan yang tidak perlu, kita sudah berkontribusi dalam aksi hemat energi. Cintai lingkungan mulai dari hal-hal yang sederhana. Semoga artikel ini bermanfaat, ya!

 

Referensi:

Khan MIH, Afroz HMM. 2014. An experimental investigation of door opening effect on household refrigerator; the perspective in Bangladesh. Asian Journal of Applied Sciences. 7(2): 79-87.

Khan MIH, Afroz HMM, Rohoman MA, Faruk M, Salim M. 2013. Effect of Different Operating Variables on Energy Consumption of Household Refrigerator. International Journal of Energy Engineering. 3(4): 144-150.

 

By Monica Emeralda Rickoloes /ITP50

F24130029

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *