Student Association of Food Science and Technology

Asam Lemak Omega: Mengapa Asam Oleat Bukan Termasuk Asam Lemak Esensial?

Asam Lemak Omega: Mengapa Asam Oleat Bukan Termasuk Asam Lemak Esensial?

Asam Lemak Omega: Mengapa Asam Oleat Bukan Termasuk Asam Lemak Esensial?

Asam Lemak Omega (ω)

Penamaan asam lemak omega merupakan penamaan untuk jenis asam lemak tak jenuh yang dimulai dari ujung ekor hidrokarbon (gugus metil) pada susunan rantai asam lemak. Ada tiga jenis asam lemak tak jenuh yang disebut sebagai asam lemak omega yaitu ω3, ω6 dan ω9. Adanya angka setelah simbol ω merupakan posisi ikatan karbon rangkap yang pertama dihitung dari ujung ekor gugus metil dari molekul asam lemak. Asam lemak omega merupakan asam lemak esensial kecuali omega-9. Contoh asam lemak esensial dari ω3 yaitu asam linolenat (LNA), EPA dan DHA, sementara dari ω6 seperti asam linoleat.

Screenshot_2016-01-03-22-11-32_1

Gambar Struktur kimia suatu asam lemak omega (ω9, ω6, dan ω3)

Asam Oleat bukan Asam Lemak Esensial

Asam lemak omega-9 atau asam oleat (18:1-9) dianggap bukan merupakan asam lemak esensial disebabkan binatang, termasuk manusia, dapat menyisipkan ikatan tak jenuh (double bond) pada posisi atom karbon nomor 9 dalam asam lemak jenuh. Sehingga, mamalia tidak memerlukan enzim double bond pada karbon diluar C-9 dari gugus metil. Sementara alasan lainnya yaitu manusia tidak memiliki kemampuan untuk menyisipkan ikatan tak jenuh pada posisi karbon 3 dan 6, sehingga asam lemak omega-3 dan omega-6 merupakan asam lemak esensial. Oleh sebab itu, asam lemak ini harus terdapat pada asupan makanan sehari-hari dari sumber seperti kacang-kacangan, ikan atau minyak ikan. Kebutuhan asam lemak esensial sangat penting, terutama bagi ibu yang sedang mengandung, transfer zat gizi ke janin sangat tergantung dari asupan gizi yang tersirkulasi pada darah seorang ibu. Apabila kebutuhan asam lemak esensial total tidak dipenuhi maka janin akan mengalami peningkatan resiko kekurangan asam lemak esensial dan berpengaruh pada perkembangan otaknya.

Demikian pembahasan singkat tentang asam lemak omega, semoga bermanfaat dan tetap jaga kesehatan yaa :)

Sumber:
Strayer D, Maury B, Tom D, Bob D, Jeffrey F, Brent F, Pete F, Carl H, Jan H, Frank K, Linsen L, McBrayer T, McCaskill D, McNeill Gerald, Mark N, Ed P, Phil R, Tom T, Bob W. 2006. Food Fats and Oil. New York (US): The Institute of Shortening and Edible Oils, Inc.
Yamada K, Ibuki M, dan McBrayer T. 2005. Healthful Lipids. Urbana: AOCS Press.

by M. Arfanul Aziz F24130121

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *