Student Association of Food Science and Technology

Cassava Tape (Manihot utilisima)

Cassava Tape (Manihot utilisima)

1463548936361

Hai sahabat food alert… Semoga sehat selalu ya…. Food Alert kembali lagi nih menghadirkan informasi seputar pangan lokal. Nah bagi sahabat food alert yang lagi bermasalah dengan sistem pencernaan, kali ini kami punya solusinya. Kita akan belajar tentang kearifan pangan lokal yang diolah dengan cara fermentasi. Jika mayarakat eropa sangat menyukai fermentasi anggur misalnya bir, masyarakat indonesia pun suka fermentasi… misalnya fermentasi pada tape ubi kayu (Manihot utilisima) yang punya banyak sekali manfaat.

Tape yang dikenal di Indonesia biasanya terbuat dari bahan-bahan sumber pati seperti ketela pohon, ketan dan sebagainya dengan bantuan ragi didalam proses pembuatannya. Tape ubi kayu merupakan pangan olahan tradisional yang sudah menjadi makanan khas Indonesia. Tentunya peyeum dari Jawa Barat tidak asing lagi bagi kita dengan kararkternya yang lebih manis dan tidak berair berbeda dengan tape singkong di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang banyak mengandung air dan lebih alkoholik serta agak asam. Perbedaan ini disebabkan peyeum yang telah difermentasi disimpan dengan cara digantung sedangkan tape yang basah disimpan dengan cara ditumpuk.

Proses pembuatan tape cukup lama yaitu 2-3 hari, hal inilah yang menyebabkan tape dipandang sebelah mata. Meskipun begitu tape mempunyai keunggulan yaitu dapat meningkatkan kandungan vitamin B1 (tiamin) hingga tiga kali lipat dari pada ubi kayu segar lho.Vitamin B1 diperlukan oleh sistem saraf,sel otot dan sistem pencernaan agar dapat berfungsi dengan baik. Fermentasi pada tape melibatkan ragi atau yeast (Saccharomyces cerevisiae) dan bakteri baik lainnya sebagai sumber probiotik bagi tubuh sehingga aman dikonsumsi. Cairan pada tape singkong dan tape ketan diyakini mengandung bakteri asam laktat ± 1 juta permilimeter atau gramnya yang dapat mengurangi bakteri jahat didalam tubuh sehingga memberikan efek menyehatkan tubuh terutama pada sistem pencernaan.

Kelebihan lain dari tape adalah kemampuannya mengikat dan mengeluarkan aflatoksin dari tubuh. Wah cocok sekali bagi teman-teman yang hobi makan sambel kacang atau kecap aflatoksin yang ada pada pangan sehari-hari kita, konsumsi tape dalam batas normal dapat mereduksi atau mengurangi toksin tersebut. Seperti yang kita tahu aflatoksin merupakan zat toksik atau racun yang sangat berbahaya bagi tubuh.Toksin pada aflatoksin dihasilkan oleh kapang bernama Aspergillus flavus. Pasti teman-teman ITP sudah tak asing lagi kan dengan kapang yang satu ini?

Bagi teman-teman yang menderita anemia juga disarankan untuk mengonsumsi tape karena mikroorganisme yang berperan didalam fermentasinya mampu menghasilkan vitamin B12. Di beberapa negara tropis yang mengonsumsi singkong sebagai sumber karbohidrat utama, penduduknya rentan terhadap anemia karena singkong mengandung sianda yang bersifat toksik didalam tubuh sehingga mengonsumsi olahan singkong menjadi tape merupakan upaya untuk mengurangi kadar anemia penduduk di negara tersebut.

Sekian dulu ya sahabat food alert, tunggu artikel-artikel tebaru kami. Semoga bermanfaat 😀

Sumber
Asnawi M,Sumarlan HM,Hermanto MB. 2013.Karakteristik tape ubi kayu (Manihot utilisima) melaui proses pematangan dengan penggunaan pengontrol suhu. Jurnal Bioproses Komoditas Tropis. 1(2) : 56-66.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *