Category: Eksternal (page 2 of 6)

Himitepa at the worlds eye. eksternalhimitepaipb@gmail.com

[PRESS RELEASE] ACCESS 2017

Access (Alumni Sukses) merupakan salah satu program dari Divisi Eksternal Himitepa. Tahun ini Access berkolaborasi dengan M. Aman Wirakartakusumah Foundation (MAWF) untuk menyelenggarakan Studium Generale dengan tema Food Innovation and International Trade.
SG Access dilaksanakan di Auditorium Abdul Muis Nasution pada tanggal 20 Mei 2017, yang dihadiri oleh Pembina Himitepa, Nugraha Edhi Suyatma S.TP DEA, Perwakilan Ketua MAW Foundation, Ibu Tati Febriyanti dilanjutkan dengan 4 pemateri yaitu Prof. Dr. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, Stefanus Indrayana (GM of Corporate Communication PT Indofood), dan M. Khirzuddin Basyar (Managing Director PT Focus Distribusi Indonesia) serta 160 mahasiswa ITP.
Materi yang disampaikan berupa pentingnya IPTEKS (Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Seni) dalam menginovasi pangan, isu-isu mutakhir terkait Perdagangan Pangan Internasional, serta sharing kiat-kiat mengembangkan soft skill dan sharing pengalaman dalam bekerja.

myhome_5
Salam,
Divisi Eksternal
HIMITEPA WE CARE!

[PRESS RELEASE] STUDI BANDING BEM FT UI 2017

Pada Sabtu (22/04) diselenggarakan kegiatan studi banding (stuba) pengurus Himitepa 2017 ke Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (BEM FT UI). Kegiatan ini bertujuan mengetahui cara berorganisasi yang baik serta menjalin silaturahmi. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan pemaparan dan perkenalan oleh ketua Himitepa dan ketua BEM FT UI 2017. Setelah itu, dilakukan sesi tanya jawab serta Forum Group Discussion (FGD) antara divisi dan biro di Himitepa dengan bidang yang serupa dari BEM FT UI. Acara ditutup dengan pemberian plakat dan oleh-oleh serta foto bersama pengurus Himitepa dan BEM FT UI.
myhome_1 myhome_0 myhome

—————-
Salam,
Divisi Eksternal
HIMITEPA, WE CARE!

Line : @ybi2009s
Instagram : himitepaipb
www.himitepa.lk.ipb.ac.id

[Press Release] The 2nd Food Product Development Competition Menggali Potensi Lokal Lewat Pengembangan Produk

The 2nd Food Product Development Competition
Menggali Potensi Lokal Lewat Pengembangan Produk

bkp5ig7hdcl

Masyarakat Ekonomi Asia dengan prinsip free trade masih menjadi topik hangat yang bayak diperbincangkan terkait dengan kemampuan negara maupun individu untuk dapat bersaing di era ini. Kekayaan alam berupa bahan pangan lokal merupakan salah satu kunci untuk mampu bersaing di era MEA ini. Hal inilah yang mendasari pentingnya pengembangan potensi kekayaan alam lokal yang dipadukan dengan inovasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Food Product Development Competition (FPDC) kembali hadir dalam naungan Food Ingredients Asia (FIA). Mengangkat tema “Indigenous Ingredients Based Product Development to Advance in ASEAN Economic Community”, FPDC kali ini membuka kesempatan bagi mahasiswa ASEAN untuk turut berpartisipasi. Kegiatan yang berupa presentasi dan display dari paper-paper terpilih ini dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2016, berlokasi di JI Expo Kemayoran. Kompetisi pengembangan produk pangan yang diselenggarakan dengan melibatkan mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB sebagai panitia ini dimulai sejak Juni hingga September 2016. Untuk menentukan pemenang, FPDC dibagi ke dalam tahap abstrak, full paper, dan dilanjutkan dengan product display dan presentasi paper.

Puluhan abstrak dari peserta yang berasal dari berbagai universitas dan program studi, baik dalam dan luar negeri berhasil terkumpul. Puluhan abstrak kemudian terpilih untuk lanjut ke tahap penulisan full paper berdasarkan penilaian ketat tim juri. Full paper yang terkumpul kemudian diseleksi kembali hingga diperoleh 15 tim yang berhasil lolos ke babak akhir FPDC ini.

Babak akhir yang merupakan puncak kompetisi ini berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan FIA 2016. Tak kalah dengan displayer dari berbagai perusahaan yang turut berpartisipasi dalam FIA, 15 finalis FPDC memamerkan prototype pengembangan produk yang mereka hasilkan dalam expo FPDC. Berbagai produk mulai dari cookies, snack, minuman fungsional, hingga bumbu pelengkap menjadi bentuk inovasi yang dipamerkan.

Presentasi yang menjadi inti dari rangkaian final FPDC berlangsung sengit antar lima besar finalis dengan ide pengembangan produk terpilih. Penilaian yang melibatkan lima orang juri dari kalangan akademisi dan industri berhasil memancing peserta untuk berpikir komprehensif berdasarkan ilmu dan ide yang mereka miliki. Berbagai aspek penilaian objektif menjadi dasar bagi terpilihnya tiga pemenang utama dari The 2nd FPDC. Tim KOLAI dari IPB dengan inovasi selai lembaran berbasis kolangkaling berhasil keluar sebagai pemenang utama diikuti Tim NUTMAGIC dari IPB dengan inovasi minuman pala probiotik di posisi kedua. Posisi ketiga diraih oleh TIM MUCOMI dari National University of Singapore (NUS) dengan inovasi dairy-free jamu probiotic coconut milk.

Kreasi peserta dalam bentuk product display pun turut meraih prestasi berupa best innovation idea dan best displayer. TIM BANDREKITA dari IPB berhasil meraih penghargaan best innovation idea, sedangkan penghargaan best displayer berhasil diperoleh TIM BANATE Energy Bar dari IPB.

The 2nd FPDC berhasil membukikan keragaman dan kekayaan alam ASEAN sebagai salah satu potensi yang dapat diunggulkan melalui pengembangan produk pangan. Peserta yang terdiri dari mahasiswa menunjukkan bahwa usia tidak membatasi untuk berkarya dan mengahilkan sesuatu yang bermanfaat dan potensial. Selamat kepada semua pemenang dan peserta, bukan hanya untuk kemenangan yang diraih namun untuk ide dan inovasi yang dihasilkan.

[PRESS RELEASE] Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan XXIV (LCTIP XXIV) dan National FoodTech Seminar

[PRESS RELEASE] Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan XXIV (LCTIP XXIV) dan National FoodTech Seminar

blvfxv2dxec

Dramaga, Jawa Barat – 9 Oktober 2016. Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan XXIV (LCTIP XXIV) merupakan acara terbesar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (Himitepa). Tahun ini, LCTIP XXIV kembali diadakan untuk kedua puluh empat kalinya. Tema yang diusung adalah “Embracing Herbs and Spices as Indigenous Functional Food”, dengan tiga kegiatan utama yaitu Food Expo, Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan, dan National FoodTech Seminar. Rangkaian kegiatan LCTIP XXIV ini dilaksanakan selama 4 hari. Diawali dari Food Expo pada 6-9 Oktober 2016, Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan pada 8-9 Oktober 2016, dan National FoodTech Seminar sekaligus babak final dari Lomba Cepat Tepat Ilmu Pangan pada 9 Oktober 2016.

Food Expo merupakan bentuk aksi nyata yang memperkenalkan ilmu dan teknologi pangan melalui mini-bazaar dari Himitepa Corporation serta hasil produk inovasi mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB. Food Expo digelar di node Sapta Fakultas Teknologi Pertanian pada tanggal 6-7 Oktober 2016. Mahasiswa yang berada disekitar lokasi mengunjungi booth expo. Tidak hanya produk mahasiswa, produk dari berbagai pihak sponsor juga ikut meramaikan Food Expo LCTIP XXIV. Lokasi Food Expo kemudian berpindah pada tanggal 8-9 Oktober. Pada tanggal tersebut, lokasi Food Expo ditempatkan di sekitar pelataran Auditorium GMSK dan kemudian di pelataran Auditorium Andi Hakim Nasoetion, lokasi di mana acara LCTIP XXIV dan National FoodTech Seminar berlangsung. Food Expo dinilai menarik perhatian peserta LCTIP XXIV, peserta National FoodTech Seminar, dan mahasiswa. Mengingat beragamnya variasi produk yang ditampilkan oleh kesepuluh booth. bls2rfhdmi9

LCTIP XXIV merupakan rangkaian lomba nasional untuk kalangan pelajar SMA/MA/SMK dan Sederajat se-Indonesia dalam bentuk tim. Satu tim terdiri atas tiga orang siswa/i. Lomba ini mengasah kemampuan peserta dalam ilmu sains dasar, ilmu pangan terapan, dan ketangkasan dalam cepat tepat. Bertempat di Institut Pertanian Bogor (IPB), lomba ini dilaksanakan dengan total peserta sebanyak 103 tim dari seluruh Indonesia. Sebelum diundang ke IPB, 103 tim sudah mengikuti babak seleksi pertama yaitu online test dan lolos ke babak selanjutnya. Pada tanggal 8 Oktober 2016, seluruh peserta LCTIP XXIV mengikuti babak penyisihan di gedung RK V Fakultas Teknologi Pertanian. Sebanyak 40 tim lolos dan berhak mengikuti babak perempat final. Kompetisi dilanjutkan hingga meloloskan 12 tim yang maju ke babak semifinal. Babak semifinal kemudian dilaksanakan pada hari selanjutnya, yaitu 9 Oktober 2016. 

Pada tanggal 9 Oktober 2016 bertepatan dengan National FoodTech Seminar, 12 tim yang lolos mengikuti babak semifinal hingga menyisakan 3 tim pada babak final. Tim yang berhasil memasuki babak final yaitu SMAKBO tim 2, SMAKBO tim 4, dan SMAN 2 Bandar Lampung Tim A. Piala bergilir LCTIP XXIV kemudian dimenangkan oleh SMAN 2 Bandar Lampung tim A, menyusul dengan SMAKBO tim 4 dan SMAKBO tim 2 sebagai juara kedua dan ketiga. Juara satu LCTIP XXIV berhak mendapatkan golden ticket masuk departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB tanpa test dan uang tunai sebesar lima juta rupiah.

blu3wjgjjzh

Rangkaian acara LCTIP XXIV tersebut, yakni Final LCTIP XXIV dan National FoodTech Seminar, diakhiri di Auditorium Andi Hakim Nasution IPB, Dramaga, Bogor. Sejumlah pembicara terkenal dan dinilai berkompeten di bidangnya, mulai dari dosen hingga pihak industri, diundang pada seminar ini. Pembicara National FoodTech Seminar antara lain Prof. Dr. F.G. Winarno selaku Master of Food Science and Technology sebagai keynote speaker, Prof. Dr. Nuri Andarwulan dari SEAFAST Center IPB yang dimoderatori oleh Andro F. Situmorang dengan subtema Health Benefits and Processing Technology of Herbs and Spices Based Food pada sesi pertama, dan Ibu Any Wahyuningsih dari PT Mustika Ratu Tbk beserta Dr. Tjahja Muhandri, STP.MT yang dimoderatori oleh Dias Erfan dengan subtema Advancing AEC Through the Potency of Herbs and Spices Based Food pada sesi kedua.

bluxd39dhsh

Acara berlangsung meriah dengan hadirnya penampilan tari tradisional dari Elodea. Peserta juga dibawa takjub oleh penampilan grup vokal dari Hexapella yang merupakan pemenang IPB Art Contest. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai “Herb and Spices” dan goodiebag berisi produk-produk dari pihak sponsor dan media partner LCTIP XXIV, para peserta National FoodTech Seminar juga menjadi saksi pembawa piala bergilir LCTIP XXIV.

World Food Day 2016

WORLD FOOD DAY 2016

1478533854972

Kolaborasi dengan HIMITEPA IPB (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan) IPB, Sistem Jaminan Mutu Pangan (SJMP) Diploma IPB, HMPPI IPB, Universitas Juanda dan Cargill melaksanakan peringatan hari pangan pada tanggal 16 oktober 2016. Acara dilaksanakan di Car free Day (CFD) Jl. Jendral Sudriman Bogor. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Dengan mengangkat tema THE HIDDEN STORY OF INDONESIA COFFEE AND TEA, acara ini bertujuan untuk mengajak warga agar semakin peduli terhadap iklim yang berubah yang akan mempengaruhi terhadap komuditas pangan dunia. Salah satunya adalah kopi dan teh. Kopi dan teh merupakan komuditas yang unggul dari Indonesia. Kopi dan teh menyumbang devisa cukup tinggi kepada Indonesai. Selain itu banyak tersimpan sejarah dari kopi dan teh dari Indonesia. Dengan perubahan iklim yang terjadi, dua komuditas ini pun terancam.

Acara dimulai dengan konvoi sepanjang jalan Jendral Sudirman dengan membagikan brosur, stiker dan kupon pembagian telur gratis bagi warga. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian kopi dan teh sebanyak 1500 cup, bakso ikan 20 kg siap makan dan udang tepung 20 kg siap makan secara gratis. Selain itu juga dilakukan pembagian telur 1200 butir (300 pack) dengan kupon yang sudah dibagikan.

Selain acara pada pada hari minggu tanggal 16 Oktober 2016, dilaksanakan acara-acara pre-event. Yaitu pembukaan stan di kantin sapta IPB dan lomba fotografi. Pengumpulan karya fotografi dilaksanakan pada tanggal 13 september 2016 sampai 12 Oktober 2016. Hasil lomba fotografi didapatkan tiga pemenang yaitu juara 1 Nico Muhammad Iqbal (IPB), juara 2 Khaerun nisa (IPB) dan juara 3 Nisrina Dhia F (UI).

Older posts Newer posts