Category: Info (page 1 of 2)

FOOD ALERT : Mie Instan

Halo sobat Food Alert!

Siapa sih  yang tidak mengenal mengenal mie instan? Hampir semua orang mengonsumsi mie instan karena mudah dimasak dan tentunya rasanya yang enak. Tapi apakah kalian tau sebenarnya bagaimana sih pembuatan mie instan atau bahan tambahan apa saja sih yang terdapat dalam mie instan.  Nah, food alert kali ini akan membahas fakta-fakta seputar mie instan.

myhome_1Sebelum kita membahas proses pembuatan mie instan, kita bahas dulu ya sejarah penemuan mie instan. Mie instan lahir di Jepang pada tahun 1958, disaat kemunculan televisi mengubah pola konsumsi masyarakat secara drastis. “Chikin Ramen” adalah mie instan pertama di dunia, yang dibuat oleh Momofuku Ando pada tahun 1958. Awalnya mie nstan dibuat untuk mengatasi masalah kekurangan pangan yang dihadapi Jepang setelah berakhirnya Perang Dunia II.  Momofuku Ando menemukan ide untuk membuat mi instan ketika melihat banyak orang mengantre untuk mendapatkan soba di belakang Stasiun Kereta Osaka. Ia yang sudah memiliki perusahaan perdagangan makanan kemudian membuat penelitian tentang mie. Produk pangan pertama yang dihasilkan perusahaannya adalah Chicken Ramen. Sejak itu perusahaannya bernama Nissin Food Product dan menjadi pelopor industri mie instan di dunia. Mie instan yang awalnya dibuat dengan cara  mendehidrasi mie yang telah dikukus dan dibumbui dengan menggunakan panas dari minyak. Produk yang siap dikonsumsi dalam 2 menit hanya dengan menambahkan air panas tersebut disebut-sebut sebagai “ramen ajaib” dan menjadi sangat popular.

myhome_0Proses pembuatan mie instan melalui beberapa tahap. Pertama, pencampuran dilakukan pada semua bahan untuk membentuk adonan kenyal dan teraduk secara merata. Pengistirahatan diperlukan agar air tersebar dengan baik dan adonan mengembang serta menghindari mie mengeras setelah direbus. Pembentukan lembaran dilakukan menggunakan pressing roller yang berfungsi menghaluskan dan melenturkan serat-serat gluten. Selanjutnya, dilakukan proses pengirisan membentuk tali. Tahu tidak? Mengapa bentuk mie keriting? Adonan bergerak menuju proses pengukusan melalui conveyor yang bentuknya bergelombang sehingga membuat mie berbentuk keriting. Kemudian mie masuk ke dalam terowongan berisi uap air panas selama 80-90 detik untuk proses pengukusan. Setelah itu, mie masuk ke kipas penguapan untuk dikeringkan. Mie lalu dimasukkan ke dalam minyak panas bersuhu 140 oC selama 2 menit sehingga kadar air tersisa kurang dari 10% dan mie pun menjadi kering. Yeay! Mie instan pun siap dikemas bersama bumbu-bumbu pelengkap. Kombinasi antara kemasan yang baik dan kadar air yang rendahlah yang membuat mie instan tahan lama.

myhomeBahan Tambahan Pangan (BTP) sering ditambahkan pada bahan pelengkapnya (bumbu, seasoning oil, dan kecap). BTP yang sering digunakan biasanya adalah pewarna, antioksidan dan penguat rasa. Mie instan sudah diperkuat dengan komponen gizi mikro yang baik untuk tubuh, seperti vitamin A, tiamin (vitamin B1), riboflavin (vitamin B2), niacin, vitamin B6, vitamin B12, asam folat, zat besi, zinc dan iodium. Tentunya, penambahan komponen gizi tersebut bertujuan untuk menambah kualitas gizi mie instan. Mie instan yang memiliki nomor MD dan ML, yang dikeluarkan oleh BPOM RI melalui berbagai uji keamanan pangan, pada kemasannya menunjukkan bahwa mie instan tersebut telah memenuhi persyaratan keamanan pangan yang ditetapkan dan telah terdaftar di Badan POM RI.  Walaupun aman, konsumsi mie instan tidak boleh berlebih dan menggantikan makanan pokok sehari-hari karena konsumsi berlebih akan menyebabkan kurangnya asupan energi dan protein, serta berlebihnya asupan natrium yang tidak baik bagi tubuh.

“Penggunaan BTP pada mie instan dibatasi oleh nilai Acceptable Daily Intake (ADI). Selama tidak melebihi ADI yang sudah ditetapkan, maka zat tersebut tidak akan berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, terdapat BTP yang memiliki nilai ADI not specified, yang artinya BTP tersebut secara toksikologi tidak berbahaya bagi tubuh. Nilai ADI tersebut dapat berbeda-beda untuk di beberapa negara. Di Indonesia, produk kemasan yang beredar, seperti mie instan diatur oleh BPOM RI. Jadi, selama produk kemasan yang beredar memiliki izin seperti MD dan ML, keamanannya sudah terjamin.”
-Dr. Ir. Feri Kusnandar, M.Sc / Dosen ITP IPB

Sekian pembahasan dari kami mengenai mie instan. Tunggu pembahasan menarik mengenai pangan lainnya ya!

World Food Day 2016

WORLD FOOD DAY 2016

1478533854972

Kolaborasi dengan HIMITEPA IPB (Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan) IPB, Sistem Jaminan Mutu Pangan (SJMP) Diploma IPB, HMPPI IPB, Universitas Juanda dan Cargill melaksanakan peringatan hari pangan pada tanggal 16 oktober 2016. Acara dilaksanakan di Car free Day (CFD) Jl. Jendral Sudriman Bogor. Acara dimulai pada pukul 06.00 WIB sampai 09.00 WIB.

Dengan mengangkat tema THE HIDDEN STORY OF INDONESIA COFFEE AND TEA, acara ini bertujuan untuk mengajak warga agar semakin peduli terhadap iklim yang berubah yang akan mempengaruhi terhadap komuditas pangan dunia. Salah satunya adalah kopi dan teh. Kopi dan teh merupakan komuditas yang unggul dari Indonesia. Kopi dan teh menyumbang devisa cukup tinggi kepada Indonesai. Selain itu banyak tersimpan sejarah dari kopi dan teh dari Indonesia. Dengan perubahan iklim yang terjadi, dua komuditas ini pun terancam.

Acara dimulai dengan konvoi sepanjang jalan Jendral Sudirman dengan membagikan brosur, stiker dan kupon pembagian telur gratis bagi warga. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembagian kopi dan teh sebanyak 1500 cup, bakso ikan 20 kg siap makan dan udang tepung 20 kg siap makan secara gratis. Selain itu juga dilakukan pembagian telur 1200 butir (300 pack) dengan kupon yang sudah dibagikan.

Selain acara pada pada hari minggu tanggal 16 Oktober 2016, dilaksanakan acara-acara pre-event. Yaitu pembukaan stan di kantin sapta IPB dan lomba fotografi. Pengumpulan karya fotografi dilaksanakan pada tanggal 13 september 2016 sampai 12 Oktober 2016. Hasil lomba fotografi didapatkan tiga pemenang yaitu juara 1 Nico Muhammad Iqbal (IPB), juara 2 Khaerun nisa (IPB) dan juara 3 Nisrina Dhia F (UI).

[PRESS RELEASE] BAUR H1 SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

PRESS RELEASE BAUR H1 SABTU, 3 SEPTEMBER 2016

Hari Sabtu tanggal 3 September 2016 telah dilaksanakan H1 BAUR 2016 Gingerbread. Kegiatan ini bertempat di koridor Fateta. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan wawasan kepada mahasiswa ITP angkatan 52 tentang kiat-kiat sukses kuliah di ITP dan wawasan dalam dunia kerja. Selain itu, acara juga dikemas untuk menigkatkan kekompakan angkatan ITP 52. Kegiatan dibuka oleh MC dari ITP angkatan 51, yaitu Anissa Angga Apriliani dan Farras Muhana dan dilanjutkan do’a yang dipimpin oleh Muhammad Afifuddin Al Fakkar ITP angkatan 51. Selanjutnya, untuk menambah semangat para peserta, diadakan perang jargon. Setiap AK, dipimpin oleh PAK masing-masing melantunkan jargonnya dengan kompak dan meriah.

screenshot_2016-09-08-13-43-18_1

Acara inti pertama, yaitu talk show dengan mapres ITP. Moderator pada talk show ini adalah M. Rizal Pratama mahasiswa ITP angkatan 51. Pembicara pada talk show ini ada dua, antara lain Andro Frando Situmorang, S.TP dan Kevin Adrianus Engel dari ITP angkatan 49. Moderator dan beberapa peserta BAUR menyampaikan beberapa pertanyaan kepada pembicara yang hasilnya dapat disimpulkan sebagai berikut : sukses di ITP itu berarti dapat berhasil belajar di ITP, karena kuliah di ITP merupakan suatu tantangan yang berat. Tidak hanya sukses di dalam perkuliahan, namun juga bisa mencapai apa yang kita inginkan. Untuk dapat survive di ITP, disarankan agar membuat kelompok belajar, temukan partner belajar yang cocok, dan harus bahu membahu dalam satu angkatan dengan mendekati dan memantu teman yang membutuhkan. Selain itu, kita harus mampu mengatur waktu dengan baik, tidak boleh bolos kuliah, dan jangan belajar terus menerus, carilah passion yang positif untuk mengisi waktumu, contohnya mengajar. Lalu, untuk bisa menjadi mapres, pertama-tama harus memiliki keinginan yang kuat. Setelah itu, cari pengalaman lewat lomba-lomba seperti membuat paper, business cases, dll.

Sebelum masuk pada acara inti selanjutnya, kegiatan ini diselingi oleh hiburan dari M. Iqbal Fanani Gunawan, Fransiska Agatha, dan Andini Kesuma Dewi. Acara inti kedua adalah seminar Access dengan tema “Inspiring to be Success, be ready to face the world!” Seminar ini dimoderatori oleh Johanes Michael S. Pembicara pada seminar ini, adalah Galih Nugroho, M.Sc dan Aldith Natakusuma, S.TP. Pada seminar ini, kedua pembicara menjelaskan kenapa memilih kuliah di ITP, pengalamannya dalam dunia kerja, pentingnya bahasa Inggris dalam dunia kerja, tips-tips sukses interview kerja, dan perbedaan exposure kerja di perusahaan nasional dengan multinasional. Pesan dari kedua pembicara, ipk bukan segalanya, soft skill persahabatan/interpersonal skill, be 100% at whatever we do, dan selalu mempersiapkan apa yang bisa dipersiapkan.

screenshot_2016-09-08-09-07-48_1

Acara selanjutnya adalah Share and Care bersama alumni dan beberapa mahasiswa ITP 49, antara lain Hadi Munarko, S.TP, Sesilia Niken Cahyarani Puspita, S.TP, M. Yulizar Firhani, S.TP, Ayendha Kukuh Pangesti, S.TP, Lukman Thaher, S.TP, Elsa Safira Kinanti, S.TP, Eric Prasetya, Husnal Chairi, S.TP, Maria Fransisca Njoman, S.TP, Naufal Shidqi Rabbani, S.TP, Kevin Adrianus Engel, dan Andro Frando Situmorang, S.TP. Setiap AK akan melakukan Forum Group Discussion bersama kakak-kakak tersebut.

screenshot_2016-09-08-09-14-48_1

Forum Group Discussion selesai dilakukan dan saatnya peserta untuk ishoma. Setelah itu, peserta dihibur oleh penampilan duet stand up comedy oleh Dwi Yuni S dan Viano Piere ITP angkatan 51. Acara terakhir adalah games angkatan dimana peserta BAUR diberikan challenge untuk mengumpulkan amplop yang tersembunyi. Setiap amplop berisi kepingan kertas puzzle yang dapat digabung menjadi sebuah gambar utuh. Game ini mengharuskan peserta untuk bekerjasama mencari amplop dan menyelesaikan puzzle. Selama pencarian amplop, peserta juga berinteraksi dengan beberapa panitia BAUR yang membawa amplop, sehingga tercipta suasana akrab dan menyenangkan antara dua angkatan. Seluruh acara H1 BAUR ini berjalan dengan lancar dan akan berlanjut pada Sabtu, 10 September 2016.

screenshot_2016-09-08-09-15-08_1

20160903_161854

Pengembangan Produk Pangan Baru – Mochet

image1
Mochet /mo-sye/ merupakan bentuk inovasi dari produk tradisional yang biasa kita kenal sebagai mochi. Perbedaan yang sangat mendasar dari mochet dan mochi lainya adalah , mochet dikemas didalam sachet, selain itu mochet dibuat tanpa isi didalamnya namun dengan berbagai macam rasa yang sudah dicampurkan terlebih dahulu pada adonan mochi nya.
Mochet /mo-sye/
Feel different taste of mochi in every sa-sye

Alfian

Anggakasi saini
Annis rosyidah
Audi firanisa
Besty rizka
Fisti madarina
GAC kirana
Geani pratiwi
Karina garnovelly
M fahrizal setiawan
Nico Muhammad Iqbal
Nida raihqna zhafira
Phillia
Riza ayu
Widya putri
Zaid abdurrasyid

Pengembangan Produk Pangan Baru – Arachi Donut

1464855116447

Arachi Donut merupakan produk donat yang mengandalkan kelebihan pada cita rasa buah pisang sebagai campuran dalam adonannya. Terdapat beberapa parameter tertentu yang harus diperhatikan dalam mengolah pisang sebagai bahan adonan mengingat buah ini sangat mudah berubah mutu secara fisik seperti warna yang menjadi coklat akibat proses enzimatis.

Prinsip utama yang diterapkan dalam pembuatan donat, yaitu seperti pembuatan produk bakeri. Hanya saja, setelah proses final proofing adonan bukan dipanggang melainkan digoreng. Untuk memperindah serta meningkatkan selera para konsumen, donat khas Arachi Donut diberi topping dengan varian dark chocolate dan white chocolate. Yum!

Tim Arachi Donut:
1. Kahfi Ismail
2. Malik Abdul Azis
3. Aufar Fathullah
4. I Made Bagus.Lingga Puspayana
5. Fadhrizal Hafidi Wibowo
6. Billy Lasido Zakaria Sitompul
7. Hayah Afifah
8. Mutia Khonza
9. Nur Amalina Nabilah
10. Mahleti Delasita
11. Claudia E Ginting
12. Irma Andriani
13. Fina Rizki Aisyah
14. Karimah Khairunnisa
15. Alifah N A

Sekian tentang si donat ini. Nantikan produk lainnya!

Older posts