Student Association of Food Science and Technology

Hi-Co Sang Penggerak Roda Keuangan

Hi-Co Sang Penggerak Roda Keuangan

Hi-Co atau yang biasa dikenal dengan Himitepa Corporation merupakan divisi Himitepa yang bergerak dalam bidang kewirausahaan. Segala sumber keuangan mandiri disediakan oleh Hi-Co sebagai penunjang kegiatan Himitepa. Kepengurusan Hi-Co tahun ini terbilang cukup sukses. Hi-Co mampu meraup keuntungan kurang lebih 5 juta rupiah.

IMG-20151123-WA0007Eristya Yanuar Marwoko, atau Eris adalah salah satu tokoh utama penyebab kesuksesan tim Hi-Co Himitepa periode 2014-2015. Kadiv Hi-Co ini mengaku secara pribadi tidak menyangka atas kesuksesan Hi-Co tahun ini. Melalui wawancara dengannya, Eris menyampaikan banyak terima kasih pada tim kerjanya selama satu tahun atas perjuangan, profesionalitas kerja dan dedikasinya yang patut diacungi jempol.

Eris pribadi sebenarnya tidak ada niatan mencalonkan diri sebagai kadiv, tetapi ia menyadari kesempatan yang datang saat itu. Ia menganggap bahwa ini adalah saatnya belajar menjadi pemimpin. Kinerja Eris yang sangat baik selama menjadi anggota Hi-Co membuatnya dilirik oleh Kadiv Hi-Co saat itu dan direkomendasikan sebagai kadiv selanjutnya. Ia pun kemudian menerima amanah yang diberikan padanya.

Tahun ini, Eris dan tim menjalankan 5 proker besar. Proker pertama ialah Hi-Co bazaar yang sudah diadakan tiga kali di node sapta. Sering kita melihat para penjual aksesori, handphone, laptop, tupperware, buku, bahkan pakaian membuka stand untuk berjualan di sana. Itu adalah bentuk kerja dari divisi Hi-Co dalam mencari dana. Sistem dari Hi-Co bazaar ini, Hi-Co menyewakan tempat di node sapta kemudian menawarkan pada pedagang untuk membuka tempat berjualan di sana. Keuntungan dari hasil penjualan diberikan sebagian kepada Hi-Co sesuai dengan kesepakatan yang terjadi.

“Kadang-kadang penjual juga ngasih tambahan kalau jualannya laris” tutur Eris.

Hi-Co bazaar masih menjadi andalan, disamping memberikan sarana komunikasi anggota Hi-Co terhadap
masyarakat luas, Hi-Co bazaar secara langsung juga memberikan gambaran bagaimana berjalannya sebuah pasar. Keuntungan dari Hi-Co bazaar tahun ini juga cukup besar yaitu sekitar 2 juta rupiah untuk kas Himitepa. Sebenarnya Hi-Co ingin menjual produk pangan hasil kerja mahasiswa ITP di Hi-Co bazaar ini, tetapi tidak diizinkan karena akan mengganggu kondisi pasar kantin sapta. Oleh karena itu Hi-Co membuat proker baru untuk mewadahi kesempatan wirausaha tersebut.

IMG-20151123-WA0003

Hi-Co Bazaar

Hi-Co Expo, inilah proker terbaru Hi-Co tahun ini. Hi-Co Expo ini bertujuan tidak hanya menjual produk pangan hasil kerja mahasiswa ITP, tetapi juga dapat melebarkan sayap ITP pada umumnya dan Himitepa khususnya. Proker ini memperkenalkan kepada masyarakat bahwa potensi wirausaha ITP sangatlah besar. Hi-Co Expo dilaksanakansaat Open House IPB, saat dimana banyak masyarakat terutama siswa SMA berkunjung ke IPB. Produk yang diperkenalkan bisa bermacam-macamIMG-20151123-WA0006 seperti Pengembangan Produk Pangan Baru (P3B) dari mahasiswa ITP semester 6, dari produk Praktikum Terpadu mahasiswa semester 7, maupun produk yang dibuat secara pribadi mahasiswa ITP. Saat Open House IPB, ITP mendirikan stand produk dan stand Departemen, sehingga penjualan produk dapat diselingi dengan pengenalan Departemen. Eris menegaskan bahwa Hi-Co Expo tidak berorientasi pada keuntungan, tetapi murni untuk memperkenalkan ITP serta memberi pengertian diversifikasi pangan dan pangan fungsional pada masyarakat luas.

Selanjutnya adalah Hi-Co Mart atau biasa disebut “Kantin-Kejujuran”nya anak ITP. Bertempat di sekret Himitepa, Hi-Co Mart menjual berbagai macam produk makanan dan minuman dengan prinsip “ambil sendiri-bayar sendiri”. Di samping itu setiap tahunnya Hi-Co Mart menjual baju lapang bagi angkatan baru ITP. “ITP 51 baju lapangnya dikoordinir sama divisi yang baru ya” ungkapnya. Hi-Co Mart meraup untung yang cukup besar, yakni 2.5 juta rupiah. Produk lain yang dijual adalah produk dari Hi-Co Production, yaitIMG-20151123-WA0001u proker lain Hi-Co yang menyediakan wadah bagi mahasiswa ITP pada umumnya, dan anggota divisi Hi-Co khususnya untuk berwirausaha dengan karya mereka. Hi-Co Production biasanya menjual bola-bola coklat, jeli, dan buah potong.

Proker terakhir dari Hi-Co ialah Forum Danus. Forum ini merupakan forum yang dihadiri tidak hanya divisi Hi-Co, tetapi terbuka untuk mahasiswa ITP yang melaksanakan danus acara di luar ITP. Acara yang dilaksanakan sebulan sekali ini membahas pengaturan danus di kelas agar tidak berbenturan. Win-win solution yang diadakan di forum danus ini adalah memprioritaskan acara dengan jangka waktu terdekat, sehingga tidak berbenturan satu sama lain.

Keberhasilan Eris tentu diiringi dengan beberapa kekurangan seperti mahasiswa yang lupa membayar barang milik Hi-Co Mart, pembatalan stand Hi-Co bazaar secara tiba-tiba, juga anggota yang menurun kinerjanya ketika mulai mendekati akhir kepengurusan. Eris berharap evaluasi tahun ini bisa menjadikan Hi-Co tahun depan lebih baik, proker yang baik tetap dijaga, terus berintrospeksi, dan tetap menjadi jantung serta penunjang Himitepa.

“Semoga Himitepa tetap solid, terjaga kekeluargaannya, pertahankan proker yang bagus, evaluasi proker yang kurang. Tetap jadi organisasi nomor 1 se-IPB, teruslah berprestasi di tingkat nasional dan Internasional” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *