Student Association of Food Science and Technology

Himitepa Dulu, Sekarang, dan Nanti

Himitepa Dulu, Sekarang, dan Nanti

Telah lebih dari tiga puluh tahun Himitepa berdiri sebagai sebuah himpunan profesi yang mewadahi kreatifitas ribuan mahasiswa teknologi pangan IPB. Secara tidak langsung, Himitepa telah mencetak banyak orang besar yang memiliki peran penting dalam kehidupan bermasyarakat. Tercatat nama-nama seperti Prof. Purwiyatno, Dr. Feri Kusnandar, dan Maulana Jumantara pernah menjadi pemimpin di organisasi ini.

Himitepa tidak hanya berperan untuk memfasilitasi potensi-potensi yang dimiliki oleh anggota, namun juga menjadi satu-satunya wadah yang menghimpun, mengumpulkan, dan juga membentuk silaturahmi antar anggota yang terdiri dari beberapa tingkatan mulai dari mahasiswa tingkat persiapan bersama, hingga mahasiswa tingkat akhir bahkan alumni, serta menjadi jembatan antara mahasiswa dengan dosen dan pihak luar. Hal ini tentu saja sangat bermanfaat untuk menghasilkan link yang akan bermanfaat untuk mahasiswa di masa depan. Tidak jarang mahasiswa yang telah lulus direkrut menjadi bagian dari suatu perusahaan karena adanya link yang telah terbentuk saat menjadi anggota Himitepa.

Setiap tahunnya, Himitepa terus bertransformasi untuk menjadi lembaga kemahasiswaan yang dapat memberikan manfaat untuk anggota, civitas akademika IPB khususnya Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, dan juga kepada masyarakat umum. Berbagai program kerja disusun di setiap awal kepengurusan dengan harapan menjadikan Himitepa semakin memberikan dampak positif terhadap pribadi anggota dan juga masyarakat umum. Program kerja tersebut diampu secara spesifik oleh enam divisi yang terdiri dari Divisi Internal, Divisi Eksternal, Divisi Profesi, Divisi Kominkes, Divisi DPPI (Dewan Peduli Pangan Indonesia), Divisi Hi-Co (Himitepa Coorporation). Divisi-divisi ini memiliki target khusus dalam menjalankan tugas dan membentuk suatu sistem yang sinergis untuk mencapai tujuan umum Himitepa..

Program kerja yang telah terbentuk saat ini merupakan cerminan dari perjuangan besar para pembangun Himitepa untuk memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh mahasiswa. Program kerja tersebut hingga saat ini telah banyak memberikan dampak-dampak yang nyata pada mahasiswa dan kontributif pada masyarakat. Namun, seringkali pelaksanaan program kerja yang dijalankan tersebut melenceng dari tujuan awalnya. Beberapa program terasa dijalankan hanya untuk memenuhi target telah terselenggaranya program tersebut tanpa mempertimbangkan tujuan akhir dilaksanakannya program tersebut.

Tujuan akhir yang dirasakan sangat penting untuk diperhatikan adalah dalam hal kebermanfaatan untuk anggota maupun lingkungan. Misalnya saja dalam program Food Allert, akan lebih baik jika pembuatan program tersebut tidak hanya untuk memenuhi target atau timeline namun juga harus langsung sampai kepada masyarakat. Contoh lainnya, dalam program perayaan hari pangan, tidak harus dikemas dalam bentuk acara yang penuh dengan hiburan, namun dapat dikemas dalam bentuk “berlomba-lomba” untuk memberikan sesuatu kepada masyarakat, misalnya memberikan susu gratis. Pola pikir yang seperti itu yang mulai harus ditanamkan kepada setiap pelaksana program kerja bahwa tujuan akhir dari Himitepa adalah memberikan manfaat untuk masyarakat.

Untuk menjadikan Himitepa yang mengarah kepada tujuan tersebut, saya mengajukan diri untuk terus mengembangkan Himitepa. Meskipun saat ini Himitepa telah menjadi organisasi yang dijadikan percontohan oleh banyak organisasi, namun perubahan kecil yang berdampak besar perlu dilakukan.

Tugas pertama seorang pemimpin adalah menyediakan “rumah” yang nyaman untuk anggotanya. Sebagai ketua Himitepa, sangatlah penting untuk membangun rasa kekeluargaan dan persahabatan di antara anggota. Rasa kekeluargaan dan persahabatan tersebut akan tercipta dengan sikap saling menghargai satu sama lain. Bukanlah sebuah kata mutiara bahwa jika kita ingin dihargai, maka kita harus mulai menghargai. Rasa saling menghargai juga akan menciptakan suasana damai, sebagaimana dikatakan oleh Nelson Mandela bahwa perdamaian merupakan bingkisan yang saling kita berikan. Dampak positif lainnya adalah rasa damai tersebut akan menciptakan kondisi kerja yang optimum.

Selanjutnya, tugas utama yang harus dilakukan seorang pemimpin adalah melayani. Pelayanan yang baik kepada setiap anggota akan memberikan kepercayaan. Kepercayaan yang dibangun tersebut tentunya akan berdampak positif juga terhadap kepercayaan terhadap keseluruhan Himitepa. Selain itu, kepercayaan juga akan menghasilkan dukungan penuh untuk Himitepa sehingga seluruh program-program Himitepa dapat terlaksana dengan baik.

Bekerja dalam suatu organisasi tidak akan terlepas dari berbagai permasalahan. Tugas seorang pemimpin Himitepa dalam hal ini adalah mengajukan solusi untuk setiap permasalahan yang dihadapi, membantu secara maksimal untuk menyelesaikan, dan memberikan harapan bahwa setiap permasalahan pasti akan ada solusinya.

Menjadi ketua Himitepa sangatlah penting untuk membangun hubungan yang baik dengan pihak eksternal, misalnya dosen, civitas IPB, alumni, perusahaan terkait, dan juga pemerintah. Hubungan baik tersebut dapat diciptakan dengan hal sederhana: salam dan ucapan. Salam dan ucapan yang dimaksud disini adalah sikap komunikatif terhadap pihak-pihak tersebut. Komunikasi secara langsung maupun tidak langsung harus dilakukan secara konstan dan berkelanjutan. Memberikan kiriman gambar ucapan dalam momen-momen tertentu melalui e-mail adalah hal sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap Himitepa. Misalnya, memberikan ucapan ulang tahun kepada dosen ataupun menyampaikan selamat hari pangan kepada perusahaan. Rencana dan press release program kerja Himitepa juga harus disampaikan secara konstan kepada pihak-pihak tersebut. Untuk menjaga hubungan baik dengan alumni, Himitepa dapat membuat program wawancara atau meminta tips sukses kepada alumni yang hasilnya akan dipiblikasikan di mading dan disebar di kelas. Program-program seperti ini dirasa sangat sepele, namun jika ditilik lebih dalam lagi akan membawa dampak besar terhadap Himitepa. Setelah Himitepa sukses dalam menjaga hubungan baik di dalam internal tahun ini, kini saatnya untuk membangun hubungan yang lebih baik kepad pihak-pihak eksternal.

Dalam memenuhi kriteria pemimpin, saya adalah pekerja keras dan pantang untuk melepaskan tanggung jawab. Hal ini merupakan modal besar yang saya miliki untuk berani menjadi ketua Himitepa. Kerja keras yang dimiliki oleh seorang pemimpin dapat menularkan dan memberikan energi positif untuk anggota. Hal ini tentu saja akan menjadikan program-program Himitepa mencapai kesuksesan. Namun, dalam hal lain yang dapat menghambat kinerja Himitepa, saya harus lebih banyak belajar untuk menyampaikan instruksi kepada seseorang.

Menjadi seorang pemimpin bukanlah tujuan dan bukanlah pencapaian. Namun menjadi seorang pemimpin adalah amanah dan sarana untuk memperbaiki diri sendiri agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Bismillah.

 

by Yusuf Aufar Rahadiandy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *