Student Association of Food Science and Technology

Mengenali Susu Bubuk

Mengenali Susu Bubuk

Mengenali Susu Bubuk

Susu merupakan salah satu bahan pangan yang digemari masyarakat karena baik untuk kesehatan dan rasanya juga enak. Namun, susu merupakan salah satu produk yang mudah rusak karena kandungan nutrisinya yang tinggi dan pH antara 6-7 merupakan kondisi yang tepat bagi mikroba pembusuk untuk tumbuh. Hal ini menyebabkan beragam modifikasi pemrosesan susu agar susu dapat bertahan lebih lama. Salah satu caranya adalah dengan mengubah susu menjadi bentuk bubuk.

Proses pembuatan susu bubuk menggunakan prinsip pengeringan yang tidak lepas dari proses pindah masa dan pindah panas. Pengeringan akan terjadi saat aktivitas air bahan lebih besar daripada kelembaban relatif kondisi bahan, sehingga akan terjadi perpindahan molekul air dari bahan ke udara (dehidrasi). Kecepatan pengeringan memiliki beberapa faktor, seperti kondisi pemrosesan (eg. suhu dan kelembaban), karakteristik pangan (eg. aktivitas air, bentuk, dan ukuran), dan alat pengering yang dipakai. Susu bubuk biasa dibuat dengan metode spray drying.

Screenshot_2016-01-08-03-13-52_1

Spray drying dapat membentuk bubuk kering dari cairan dengan udara kering bersuhu tinggi. Kontak panas dengan susu terjadi dalam waktu singkat, sehingga kandungan nutrisi di dalam susu tidak rusak. Susu yang sudah dipasteurisasi ditampung pada wadah bahan dan akan dipompa selang inlet. Susu disemprot ke dalam drying chamber melalui nuzzle bertekanan tinggi dan lubang kecil sehingga terbentuk droplet. Droplet tersebut kemudian dikeringkan dalam drying chamber dengan udara kering. Bubuk kemudian dialirkan ke cyclone dimana antara bubuk dan udara kering terjadi pemisahan. Udara kering akan naik ke atas, sementara bubuk akan jatuh ke outlet. Jadilah, susu bubuk yang dikenal dan dikonsumsi selama ini.

Pengolahan lebih yang diaplikasikan pada susu bubuk memang lebih canggih daripada pengolahan susu biasa, karena itu harganya lebih mahal daripada susu cair. Dalam keadaan bubuk, Susu dapat bertahan lebih tahan lama dari susu cair dan tidak perlu disimpan di dalam lemari es karena kandungan airnya yang sangat rendah. Bentuk bubuk juga memudahkan transportasi karena lebih mudah dikemas dan dibawa sehingga lebih ekonomis.

Daftar Pustaka

Chen X D, Mujumdar AS. 2009. Drying Technologies in Food Processing. New Jersey (US): John Willey & Sons.

by Olivia M Tjiptoputri NIM: F24130087

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *