Student Association of Food Science and Technology

Microwave VS Oven

Microwave VS Oven

Microwave VS Oven

Apa bedanya microwave dan oven? Kapan kita harus pakai microwave? Kapan kita harus pakai oven? Kalau mau bikin roti, cookies, atau pizza lebih baik pakai yang mana? Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali muncul karena bentuk dan model keduanya hampir sama. Disini kita akan membahas apa perbedaan dari keduanya.

Microwave

Screenshot_2016-01-10-14-38-14_1

Gelombang mikro atau biasa kita sebut microwave adalah gelombang elektronik yang punya energi tertentu. Panjang gelombang dari microwave ini sekitar 0.025 – 0.75 m dengan frekuensi 20.000-400 Mhz. Tapi, karena dengan frekuensi tersebut tumpang tindih dengan gelombang radio dan radar, frekuensi yang dipakai jadi 2450 Mhz dan 915 Mhz agar tidak mengganggu komunikasi.

Prinsipnya, microwave ini akan mengeluarkan arus listrik bolak-balik yang akan melewati bahan pangan. Saat gelombang mikro melewati bahan pangan, molekul air dan molekul polar pada bahan pangan akan saling bergesekan (friksi) satu sama lain sehingga menghasilkan panas dengan cepat. Selanjutnya, panas yang dihasilkan akan merambat secara konveksi dalam bahan pangan.

Screenshot_2016-01-10-14-38-27_1

Bahan pangan yang dipanaskan dengan menggunakan microwave akan lebih kering. Hal ini disebabkan microwave menghasilkan panas dari molekul bahan pangan itu sendiri, sehingga kadar air pada bahan pangan akan terserap. Pemanasan dengan menggunakan microwave akan lebih merata dikareanakan panas dihasilkan oleh bahan pangan itu sendiri, sehingga tidak akan menimbulkan case hardening.

Oven

Screenshot_2016-01-10-14-38-41_1

Pada dasarnya, fungsi dari oven sama seperti microwave, yaitu untuk memanaskan bahan pangan. Energi panas yang dihasilkan oleh oven bergantung dari jenis oven itu sendiri. Saat ini, terdapat dua jenis oven, yaitu oven gas dan oven listrik. Energi panas yang dihasilkan dari oven gas berasal dari api pada bagian bawah oven, sedangakan energi panas dari oven listrik berasal dari aliran listrik yang dialirkan.

Prinsipnya, pemanasan bahan pangan terjadi melalui perambatan panas dari sumber panas ke permukaan bahan pada oven. Dari permukaan bahan pada oven, panas akan diteruskan ke dalam bahan pangan. Selanjutnya, panas aka dirambatkan secara konveksi kedalam bahan pangan

Bahan pangan yang dipanaskan dengan menggunakan oven akan lebih renyah. Permukaan bahan pangan yang bersentuhan langsung dengan bahan dari oven akan mendapatkan panas yang lebih intensif dibandingkan dengan bagian dalam bahan pangan sehingga dapat menimbulkan case hardening.
Selamat Memanggang!

Sumber:

Tien R dan Sugiyono. 2014. Prinsip dan Proses Teknologi Pangan. Indonesia (ID): Alfabeta Bandung

by Brian Shabrina F24130117

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *