Student Association of Food Science and Technology

MSG, amankah?

MSG, amankah?

Kalian semua pasti tau apa itu MSG. Yap, zat ini termasuk salah satu jenis BTP atau Bahan Tambahan Pangan. MSG yang juga dikenal dengan nama vetsin atau mecin berfungsi sebagai flavor enhancher (penguat rasa). Monosodiumglutamat (MSG) adalah molekul yang terbentuk dari logam natrium dan gugus asam amino glutamat. Glutamat sendiri adalah asam amino non essensial yang dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Kadar natrium dalam MSG hanya sepertiga dari natrium pada garam dapur. Dari kandungan natriumnya dapat dipastikan pengaruh MSG lebih lemah dibanding garam dapur. Selain dari MSG, glutamat juga terdapat pada makanan sumber protein nabati dan hewani (mis: susu, keju, daging, kedelai dan gandum). Apabila terdapat kelebihan glutamat dalam tubuh maka akan diubah menjadi senyawa lain seperti alanin yang akan diubah menjadi alpha ketoglutarat. Kemudian zat-zat metabolit tersebut akan dipakai dalam gluconeogenesis (pembentukan glukosa).

Di Indonesia sendiri penggunaan MSG dalam makanan masih merupakan perdebatan. Banyak yang mengatakan bahwa mengkonsumsi MSG dapat menyebabkan kebodohan hingga kanker. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Sampai saat ini belum berhasil dibuktikan bahwa MSG dapat menyebabkan kebodohan. Malah, Negara-negara maju seperti Singapura, Hongkong dan Taiwan memiliki tingkat konsumsi MSG yang jauh lebih tinggi dari Indonesia. Konsumsi MSG di Indonesia rata-rata setiap orang per tahun dalam tahun 1999 hanya 300 gram. Angka untuk Negara maju di Asia pada tahun 1996 untuk Jepang adalah 790 gram, Korean 1250 gram, Taiwan 1800 gram, Hongkong 1300 gram dan Singapura 1600 gram. Terlihat bahwa SDM di Negara-negara tersebut tidak lah buruk, taraf kehidupan mereka nyatanya lebih baik serta memiliki teknologi yang lebih tinggi.

Belum pernah ada laporan bahwa ada orang yang jatuh sakit karena mengkonsusmsi MSG, apalagi terkena kanker. Di Amerika Serikat undang-undang yang mengatur Makanan, Obat dan Kosmetika menetapkan dalam salah satu pasal menyebutkan bahwa bahan makanan yang bisa menimbulkan kanker pada hewan percobaan harus dilarang beredar, sekalipun bahan makanan itu aman bagi manusia. Amerika Serikat sendiri menggolongkan MSG sebagai “Generally Recognized as Safe” atau aman untuk dikonsumsi sehari-hari. Suatu BTP tidak mungkin digolongkan sebagai GRAS apabila di khawatirkan akan menyebabkan suatu penyakit, apalagi kanker.

Menurut Dr. Kunio Torii Institute for Innovation Jepang, glutamat dapat meningkatkan sekresi saliva, menekan obesitas, hingga mendukung kesehatan otak. “Asam glutamat memiliki peranan tersendiri bagi tubuh, mulai dari ketika masuk di mulut hingga proses pencernaan lanjutan dalam usus, “ kata Torii. Beliau menjelaskan, bahwa asam glutamat sebenarnya berada dalam darah dalam jumlah konstan. Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Hardinsyah menjelaskan peranan utama glutamat. “Glutamat sangat vital dalam mendukung fungsi otak dan metabolisme, seperti produksi energi dan biosintesis protein. Di dalam tubuh, sebagian besar glutamat terdapat dalam otot dan otak”. You are what you eat and you eat what taste good, jadi gausah takut sama MSG selama tidak digunakan secara berlebihan.

July 20, 2013 at 11:04am
FOOD ALERT! by DPPI-HIMITEPA, Ais

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *