Student Association of Food Science and Technology

[Press Release] The 2nd Food Product Development Competition Menggali Potensi Lokal Lewat Pengembangan Produk

[Press Release] The 2nd Food Product Development Competition Menggali Potensi Lokal Lewat Pengembangan Produk

The 2nd Food Product Development Competition
Menggali Potensi Lokal Lewat Pengembangan Produk

bkp5ig7hdcl

Masyarakat Ekonomi Asia dengan prinsip free trade masih menjadi topik hangat yang bayak diperbincangkan terkait dengan kemampuan negara maupun individu untuk dapat bersaing di era ini. Kekayaan alam berupa bahan pangan lokal merupakan salah satu kunci untuk mampu bersaing di era MEA ini. Hal inilah yang mendasari pentingnya pengembangan potensi kekayaan alam lokal yang dipadukan dengan inovasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Food Product Development Competition (FPDC) kembali hadir dalam naungan Food Ingredients Asia (FIA). Mengangkat tema “Indigenous Ingredients Based Product Development to Advance in ASEAN Economic Community”, FPDC kali ini membuka kesempatan bagi mahasiswa ASEAN untuk turut berpartisipasi. Kegiatan yang berupa presentasi dan display dari paper-paper terpilih ini dilaksanakan pada tanggal 21-23 September 2016, berlokasi di JI Expo Kemayoran. Kompetisi pengembangan produk pangan yang diselenggarakan dengan melibatkan mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan IPB sebagai panitia ini dimulai sejak Juni hingga September 2016. Untuk menentukan pemenang, FPDC dibagi ke dalam tahap abstrak, full paper, dan dilanjutkan dengan product display dan presentasi paper.

Puluhan abstrak dari peserta yang berasal dari berbagai universitas dan program studi, baik dalam dan luar negeri berhasil terkumpul. Puluhan abstrak kemudian terpilih untuk lanjut ke tahap penulisan full paper berdasarkan penilaian ketat tim juri. Full paper yang terkumpul kemudian diseleksi kembali hingga diperoleh 15 tim yang berhasil lolos ke babak akhir FPDC ini.

Babak akhir yang merupakan puncak kompetisi ini berlangsung di Jakarta, bertepatan dengan FIA 2016. Tak kalah dengan displayer dari berbagai perusahaan yang turut berpartisipasi dalam FIA, 15 finalis FPDC memamerkan prototype pengembangan produk yang mereka hasilkan dalam expo FPDC. Berbagai produk mulai dari cookies, snack, minuman fungsional, hingga bumbu pelengkap menjadi bentuk inovasi yang dipamerkan.

Presentasi yang menjadi inti dari rangkaian final FPDC berlangsung sengit antar lima besar finalis dengan ide pengembangan produk terpilih. Penilaian yang melibatkan lima orang juri dari kalangan akademisi dan industri berhasil memancing peserta untuk berpikir komprehensif berdasarkan ilmu dan ide yang mereka miliki. Berbagai aspek penilaian objektif menjadi dasar bagi terpilihnya tiga pemenang utama dari The 2nd FPDC. Tim KOLAI dari IPB dengan inovasi selai lembaran berbasis kolangkaling berhasil keluar sebagai pemenang utama diikuti Tim NUTMAGIC dari IPB dengan inovasi minuman pala probiotik di posisi kedua. Posisi ketiga diraih oleh TIM MUCOMI dari National University of Singapore (NUS) dengan inovasi dairy-free jamu probiotic coconut milk.

Kreasi peserta dalam bentuk product display pun turut meraih prestasi berupa best innovation idea dan best displayer. TIM BANDREKITA dari IPB berhasil meraih penghargaan best innovation idea, sedangkan penghargaan best displayer berhasil diperoleh TIM BANATE Energy Bar dari IPB.

The 2nd FPDC berhasil membukikan keragaman dan kekayaan alam ASEAN sebagai salah satu potensi yang dapat diunggulkan melalui pengembangan produk pangan. Peserta yang terdiri dari mahasiswa menunjukkan bahwa usia tidak membatasi untuk berkarya dan mengahilkan sesuatu yang bermanfaat dan potensial. Selamat kepada semua pemenang dan peserta, bukan hanya untuk kemenangan yang diraih namun untuk ide dan inovasi yang dihasilkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *